Sejak kereta kuda di Lembah Sungai Indus pada tahun 2000 SM,kereta kuda Harappan, hingga saat ini yang melaju dengan kecepatan maksimal 430 km/jammagnit levitasi Shanghai, pergeseran peradaban manusia bukan hanya meningkatkan kecepatan, tetapi juga evolusi dimensi deskripsi gerakan. Untuk menganalisis secara kuantitatif pergeseran ini, kita harus memahami dua model fisika inti.
1. Konsep Fisika:Partikel
Ketika meneliti lintasan penerbangan global pesawat C919 atau rute perjalanan kereta maglev sepanjang 33 km, tubuh besar pesawat tersebut terasa sangat kecil dibandingkan skala lintasan. Pada titik ini, kita dapat mengabaikan bentuk dan ukuran benda, menyederhanakannya menjadi titik yang memiliki massa.Perhatian: Partikel adalah konsep relatif. Jika meneliti posisi hidung pesawat saat mendarat, maka tidak bisa dianggap sebagai partikel.
2. Konsep Fisika:Sistem Acuan
Gerakan bersifat relatif. Saat kereta maglev Shanghai bergerak dengan kecepatan 430 km/jam, jika penumpang di dalam kereta menjadi sistem acuan, kereta tampak diam; namun jika menggunakan jalur rel tanah sebagai sistem acuan, kereta bergerak sangat cepat. Sebelum mendeskripsikan gerakan secara kuantitatif, sistem acuan harus ditentukan terlebih dahulu.